×
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan secara Online
Self Improvement

4 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan secara Online

STUDILMU Users By STUDiLMU Editor

 
“Bergerak cepat dan lakukan perbaikan nanti” apabila rekan-rekan Career Advice adalah seorang pengusaha, pasti filosofi ini sudah tidak asing lagi ditelinga Anda, bukan? Kebanyakan pengusaha berpendapat bahwa semakin cepat mereka meluncurkan bisnis mereka, maka akan semakin baik. Bagaimana jika ada banyak hal yang harus diperbaiki dari produk yang dijual? Tenang, itu semua bisa diperbaiki seiring berjalannya bisnis. 
 
Sayangnya, kami tidak menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk melakukan hal ini dalam membangun nama baik perusahaan di dunia online, karena menjaga nama baik perusahaan secara online adalah hal yang lebih menantang dibandingkan menjaga reputasi secara tidak online. Seperti yang dikatakan oleh pendiri dan CEO firma crisis management reputation control Inc, Hersh Davis-Nitzberg bahwa seorang pengusaha atau wirausahawan harus proaktif dalam mengelola nama baik perusahaan secara online sebelum terjadi kegagalan-kegagalan yang tidak dapat diperbaiki, karena rekam digital memiliki penyimpanan yang sangat kuat. 
 
Era digital seperti sekarang ini menawarkan banyak kemudahan bagi kehidupan kita, sekaligus dapat menjadi bumerang yang berbahaya jika kita tidak bisa mengontrolnya dengan sebaik mungkin. Nah, berikut ini adalah empat langkah yang disarankan oleh Hersh Davis-Nitzberg agar rekan-rekan Career Advice dapat meningkatkan serta melindungi nama baik perusahaan Anda secara online. 

1. Pahami Anatomi Reputasi Online.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami anatomi reputasi online dari perusahaan yang dimiliki oleh rekan-rekan Career Advice. Merek atau brand perusahaan kita secara online adalah seluruh jejak digital yang kita miliki. 
 
Dari setiap wawancara video, postingan facebook, foto Instagram, artikel berita, promosi di Youtube dan lain-lainnya adalah informasi perusahaan yang perlu dijaga dengan sangat baik di internet. 
 
Setiap data yang tersimpan di media sosial akan mewakilkan perusahaan kita secara keseluruhan. Terutama, dua halaman di awal, saat para konsumen melakukan pencarian terkait nama perusahaan kita, itu adalah informasi-informasi yang memiliki dampak paling signifikan. 
 
Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Hubspot menunjukkan bahwa 75% calon konsumen yang menggunakan internet, mereka tidak akan melewati informasi-informasi yang tertera pada halaman pertama saat melakukan pencarian informasi dari suatu perusahaan. Google menjadi aplikasi yang dapat sangat membantu, karena Google dapat membantu kita menyimpan informasi dan konten-konten yang ingin ditampilkan serta ditekankan agar dapat dibaca oleh calon pelanggan dengan sangat mudah. 
 
Bagaimana caranya? Konsultan manajemen reputasi dapat merancang aktivitas promosi dalam membuat konten-konten positif yang berkaitan dengan merek atau brand yang ditawarkan oleh perusahaan kita. Tidak hanya itu, para pengguna internet juga akan lebih mudah untuk memberikan peringkat atas hasil pencarian mereka di Google, sehingga konten-konten yang tidak ingin ditampilkan oleh perusahaan kita dapat keluar dari jangkauan pengguna internet. 
 
Inti dari poin pertama ini adalah perusahaan kita harus benar-benar menjaga reputasi online di media sosial manapun dan menekankan informasi serta konten-konten penting yang ingin ditampilkan di internet, sehingga para pengguna internet atau calon konsumen kita dapat dengan mudah mencari perusahaan kita. 

2. Selaraskan Merek Asli dengan Nama Baik yang diinginkan secara Online. 

Langkah kedua adalah mengenali diri (perusahaan kita) dengan sebaik mungkin. Bagaimana bisa kita membangun merek dengan baik, jika kita saja tidak mengenal diri sendiri dengan baik? Mengenal perusahaan dan merek yang kita miliki adalah benar-benar mengetahui apa kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Dengan kata lain, sebagai pengusaha atau pemimpin perusahaan, kita perlu bersikap jujur. 

Jujur untuk menyelaraskan kondisi produk yang kita tawarkan dengan kesan yang ingin kita tonjolkan di media sosial. 
 
Jangan sampai, kita menekan nilai-nilai positif terhadap merek produk yang kita jual, namun kenyataannya produk kita tidak sehebat yang kita gembor-gemborkan. Selain itu, kita tidak dapat menentukan kualitas produk kita, tanpa terlebih dahulu menentukan tujuan yang kita inginkan. Apakah tujuan kita untuk memudahkan para karyawan dalam belajar keterampilan kepemimpinan atau memudahkan semua orang dalam belajar online, dan lain sebagainya. 
 
Kami menyarankan rekan-rekan career Advice untuk memvisualisasikan nama baik perusahaan secara online (reputasi online) yang benar-benar rekan pembaca inginkan. Apa yang ingin kita komunikasikan dengan para calon konsumen? Siapa target konsumennya? Dan lain sebagainya. 
 
Apabila niat dan tujuan dari produk kita sudah jelas, maka kita akan lebih mudah dalam membuat konten-konten positif yang ingin kita sampaikan kepada calon pelanggan untuk menarik perhatian mereka kepada produk yang kita jual. 
 

3. Reputasi yang Baik Lebih Mudah Dibangun daripada Memperbaiki Reputasi Buruk.

Ini sudah bukan rahasia umum lagi, kita perlu waktu bertahun-tahun lamanya untuk membangun nama baik, namun kita hanya memerlukan sedikit waktu saja untuk menghancurkan seluruh nama baik yang kita miliki. Begitu juga dengan nama baik kita di dunia online. Kita sering lupa dan cenderung mengabaikan nama baik perusahaan di dunia online ketika bisnis kita berjalan baik-baik saja. Namun ketika bisnis kita sedang terguncang, semua informasi tentang perusahaan kita akan menjadi ‘sasaran empuk’ bagi para awak media untuk menentukan informasi atau berita-berita yang akan mereka publikasikan terkait perusahaan kita. Maka dari itu, kita perlu selalu waspada dalam menjaga nama baik secara online, meskipun bisnis perusahaan sedang berjalan dengan lancar. 
 
Apabila perusahaan kita memiliki penampilan online dengan konten-konten yang tidak positif dan menjual, maka ini akan menjadi bumerang bagi kita di saat situasi krisis menyerang. Saran berharga lainnya, saat krisis online menyerang perusahaan kita, sebagai pengusaha jangan mengambil tindakan secara gegabah, namun berpikirlah secara bijak dan menentukan strategi solid yang dapat memperbaiki nama baik merek produk dan perusahaan kita. Reaksi yang terlalu cepat tanpa pemikiran yang matang hanya akan menjadi sebuah bencana. 
 

4. Ketahui Alat dan Metode yang Tepat.

Ketika kita ingin memperbaiki, membangun dan memantau nama baik merek dan perusahaan kita secara online, perlu bagi kita memahami perbedaan dari berbagai alat dan metode manajemen yang akan kita gunakan. Seperti apa alat-alat dan metode manajemen yang dimaksud? 
 
Perusahaan HuMas (Hubungan Masyarakat) cenderung fokus pada publisitas, dan mereka fokus untuk memperoleh informasi-informasi penting dari perusahaan kita untuk dijadikan liputan terkait bisnis perusahaan kita. Tidak dapat disangkal lagi, pers adalah alat yang ampuh untuk membangun dan memperbaiki nama baik perusahaan kita di dunia online, namun kita juga perlu memiliki optimasi yang tepat. 
 
Terlepas dari bagaimana kita memilih untuk membangun dan menjaga nama baik perusahaan secara online, kita perlu memikirkan dan menjaga keaslian perusahaan dan merek kita. Nama baik yang bagus tidak akan berarti tanpa sebuah keaslian yang nyata. 
 
Nah, apakah sekarang rekan-rekan Career Advice sudah mendapatkan ide-ide untuk menjaga nama baik perusahaan Anda secara online? Cara-cara di atas dapat diterapkan demi kemajuan bisnis dan perusahaan rekan-rekan pembaca. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.

Featured Career Advice