Happiness
5 Kebahagiaan Meraih Keseimbangan Hidup
By STUDiLMU Editor
Keseimbangan kehidupan pekerjaan? Hmm, pernah ga sih terlintas di pikiran rekan-rekan Career Advice tentang bagaimana ya rasanya mereka yang telah berhasil mencapai keseimbangan kehidupan kerja? Apakah mereka merasa biasa-biasa saja atau merasa sangat bahagia sekali dengan standar hidup yang mereka miliki sekarang?
Yap, tentunya akan ada banyak segelintir pertanyaan yang datang ke dalam pikiran kita tentang perasaan seseorang saat mencapai keseimbangan kehidupan pekerjaan. Pada artikel-artikel kami sebelumnya telah membahas bagaimana caranya untuk meraih keseimbangan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Namun, artikel yang ini agak sedikit berbeda, karena kita akan membahas tentang perasaan bahagia yang seperti apa sih yang dirasakan oleh mereka yang telah berhasil mewujudkan keseimbangan ini.
Siapa tahu setelah pembaca Career Advice membaca artikel ini, akan menjadi lebih semangat untuk meraih keseimbangan kehidupan kerja. Yuk, kita lihat kebahagiaan apa saja yang akan kita raih dalam memiliki keseimbangan kehidupan-pekerjaan.
1. Interaksi Sosial Menjadi Lebih Baik
Salah satu kebahagiaan yang akan kita raih dari bentuk keseimbangan ini adalah interaksi sosial yang kita miliki menjadi semakin baik. Selama ini, tidak jarang kesibukan kerja yang tiada henti telah sukses memisahkan kita dari orang-orang yang kita cintai. Entah itu pasangan, orang tua, atau anak-anak kita yang menunggu di rumah.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari interaksi dengan manusia lainnya. Secara alami, kita perlu mengobrol, tertawa, tersenyum dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya yang tidak bisa kita lakukan sendirian. Rumusnya, semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama orang-orang tercinta, kita akan semakin bahagia.
Pernyataan ini juga didukung oleh beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa interaksi sosial secara langsung berkorelasi dengan rasa memiliki dan kebahagiaan seseorang. Wah, ternyata sehebat itu yah manfaat dari keseimbangan kehidupan-kerja. Siapa sih yang tidak ingin bahagia dan memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang disekitarnya? Saya yakin semua pembaca Career Advice pasti menginginkannya.
Hal ini juga mendukung kita untuk bersosialisasi dengan orang banyak agar merasa bahagia, baik di dalam maupun di luar kantor. Fakta lainnya adalah saat kita memiliki kehidupan sosial yang baik, maka produktivitas kita juga akan meningkat. Dalam hal ini, keseimbangan kehidupan pekerjaan akan mendorong kolaborasi sosial yang baik, dan tentunya mengarah pada peningkatan kreativitas, ide, dan produktivitas.
2. Kesehatan Menjadi Lebih Baik
Dengan memiliki keseimbangan kehidupan pekerjaan, kita juga akan lebih fokus pada kesehatan diri sendiri. Wah, sudah merasa bahagia, kita juga akan mendapatkan kesehatan yang lebih baik loh! Ini sih namanya plus-plus banget. Seperti yang kita ketahui bahwa kesehatan adalah fondasi awal menuju kebahagiaan dan produktivitas.
Jika kita tidak memiliki pikiran dan tubuh yang sehat, maka kita tidak dapat bekerja dengan maksimal.
Studi Nasional yang dilakukan pada tahun 2014 menemukan bahwa karyawan dengan pilihan kerja yang fleksibel tidak akan mengalami stres yang berkepanjangan karena mereka dapat menjaga kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, daripada mereka yang selalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk dirinya dan keluarga.
3. Otonomi yang Lebih Meningkat
Dari keseimbangan kehidupan kerja, kita juga dapat meningkatkan otonomi pada diri kita sendiri. Mengapa bisa begitu? Karena kita memiliki waktu luang untuk memilih apa yang ingin kita lakukan, dan apa yang ingin kita hindari.
Otonomi juga sangat penting dalam hidup. Selama ini waktu kita selalu dihabiskan dengan kesibukan kerja yang tiada henti. Hidup kita seakan tidak memiliki pilihan apapun. Nah, inilah mengapa saat kita memiliki otonomi, kita akan memiliki kepuasan kerja yang jauh lebih meningkat dari sebelumnya. Orang-orang yang merasa memiliki kebebasan di tempat kerja akan lebih merasa terikat dengan pekerjaan mereka secara keseluruhan.
4. Bahagia di Rumah, Bahagia di Kantor
Siapa yang setuju dengan pernyataan di atas? Ternyata, ada korelasi yang sangat kuat antara kehidupan pribadi dan profesional. Orang-orang yang merasa bahagia di rumah, memiliki hubungan yang harmonis dengan pasangan dan keluarganya. Biasanya atau bahkan bisa saya katakan, pastinya. Pastinya mereka memiliki kehidupan yang juga sangat membahagiakan di tempat kerja. Mengapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan aura positif yang mereka dapatkan di rumah akan terbawa juga ke tempat kerja. Sebuah studi dari Universitas di Indonesia juga menemukan bahwa kehidupan rumah tangga yang bahagia akan menghasilkan kebahagiaan dan produktivitas di tempat kerja juga.
Jadi, jika pembaca Career Advice ingin menjadi orang yang bahagia, cobalah untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga dan pasangan di rumah. Berbahagialah dan bawalah kebahagiaan itu ke kantor.
5. Pekerja yang Bahagia Akan Lebih Termotivasi dan Produktif
Tidak dapat disangkal lagi, pekerja yang merasa bahagia akan lebih puas dengan kehidupan pribadi dan pekerjaan mereka.
Nah, kegembiraan ini akan memiliki efek mendalam pada segala keterlibatan dan kesuksesan di tempat kerja. Para karyawan yang merasa bahagia dan produktif akan memiliki tingkat loyalitas yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, keseimbangan kehidupan kerja dan waktu kerja yang fleksibel akan menciptakan karyawan yang bahagia dan lingkungan kerja yang positif. Ini berarti peningkatan produktivitas, loyalitas dan keterlibatan karyawan akan menjadi lebih besar.
Wah, ternyata ada banyak sekali ya manfaat yang bisa kita dapatkan saat memiliki keseimbangan kehidupan-pekerjaan. Jadi, bagaimana? Apakah pembaca Career Advice sudah mulai tertarik untuk meraih keseimbangan tersebut? Jika “ya”, tunggu apalagi. Yuk, kita raih keseimbangan kehidupan kerja kita dan raih semua bentuk kebahagiaan di atas.
Featured Career Advice
-
Resume & Interviewing
Rahasia Sukses Wawancara Kerja: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan
-
Innovation
Menggunakan Media Sosial untuk Meningkatkan Brand Awareness
-
Productivity
Cara Mengatasi Overthinking untuk Tetap Produktif
-
Mindset
Mengatasi “Quarter-Life Crisis”: Langkah Menuju Karier Impian
-
Innovation
Bagaimana ChatGPT dan AI Mengubah Cara Kita Bekerja?
-
Mindset
5 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Tempat Kerja
-
Productivity
Bagaimana Mengatasi Deadline Ketat Tanpa Stres Berlebihan
-
Self Improvement
Kenali Demensia Alzheimer Sejak Dini
-
Productivity
Menyeimbangkan Kecepatan dan Ketelitian: Kunci Kerja Efisien
-
Productivity
Tantangan Konsistensi dan Langkah-Langkah untuk Tetap Konsisten
-
Self Improvement
Mengenal Microsoft Excel: Aplikasi Pengolah Data yang Efisien
-
Innovation
Penjadwalan dan Pembuatan Kalender Konten di TikTok
-
Generation Millenials & Z
Alasan Generasi Z Memilih TikTok sebagai Sumber Informasi Utama
-
Self Improvement
Tips Tampil Percaya Diri Tanpa Terlihat Berlebihan di Kantor
-
Self Improvement
Pentingnya Penampilan dan Perawatan Diri di Tempat Kerja
-
Self Improvement
Tips Makeup Ideal Berdasarkan Jenis Kulit Wajah
-
Self Improvement
Tampil Menawan dengan Make Up Sesuai Bentuk Wajah
-
E-learning
Pelatihan Berkualitas, Beragam, dan Mudah dipelajari Bersama STUDiLMU
-
E-learning
Intip STUDiLMU sebagai Lembaga Pelatihan di Prakerja, Yuk!
-
E-learning
Apa Kata Mereka tentang Pelatihan Prakerja di STUDiLMU
-
Tips of Management
Penyebab Gagalnya Onboarding Karyawan
-
Leadership
Perubahan dan Strategi untuk Agile Leadership di Era yang Terus Berubah
-
Leadership
Prinsip-Prinsip Agile Leadership
-
Communication
Microsoft Teams untuk Berkolaborasi Digital
-
Communication
Melakukan Rapat Virtual dengan Microsoft Teams
-
Tips of Management
Tips menjalin relasi dengan banyak orang di LinkedIn Group
-
Tips of Management
Ide Konten yang Menginspirasi untuk Halaman LinkedIn Anda
-
Tips of Management
Tips Membuat Artikel di LinkedIn
-
Tips of Management
Optimalisasi Kinerja Komputer/Laptop dengan Defragment dan Clear Temp Folders
-
Productivity
Strategi yang Tepat untuk Pengambilan Barang (Picking) di Warehouse
-
Productivity
Proses-Proses dalam Warehouse Management
-
Productivity
Mengoptimalkan Fungsi Warehouse
-
Productivity
Mengenal Warehouse Management System
-
Productivity
Jenis-Jenis Warehouse
-
Mindset
Karakteristik Budaya Kerja Jepang
-
Tips of Management
Sukses Berjualan di TikTok Shop
-
Tips of Management
10 Ide Konten TikTok Menarik
-
Marketing & Sales
Jenis-Jenis Struktur Pembelian
-
Tips of Management
Memilih Supplier yang Tepat dalam Manajemen Pembelian
-
Tips of Management
Manajemen Pembelian
-
E-learning
Pelatihan Tatap Muka Vs E-learning: Peran HR yang Makin Krusial di Era Digital
-
E-learning
Mengapa Online Learning merupakan The Future of Education
-
Innovation
Dunia Telah Berubah ke Arah Digital
-
Tips of Management
Memaksimalkan Pengembangan Karyawan Dengan Menggunakan Metode Online
-
Tips of Management
Kunci Sukses dalam Menjalankan Bisnis
-
Self Improvement
Apa itu Ketajaman Bisnis (Business Acumen)?
-
Productivity
Mengoptimalkan Kinerja Laptop Untuk Bekerja Lebih Produktif
-
Marketing & Sales
SPIN Selling sebagai Senjata Penjualan B2B yang Efektif
-
Marketing & Sales
Memilih Metode Penjualan yang Tepat
-
Productivity
Menyajikan Data Secara Visual Agar Lebih Mudah Dipahami
-
Self Improvement
Menerima Umpan Balik (Feedback)
-
Self Improvement
Analisis Persoalan Potensial
-
Self Improvement
Tindakan Pencegahan (Preventive Action)
-
Self Improvement
Rencana Darurat (Contingency Plan)
-
Self Improvement
Pentingnya Membangun Kesan Pertama (First Impression) yang Baik
-
Productivity
Musik Meningkatkan Produktivitas
-
Productivity
Rutinitas Pagi Pekerja Sukses
-
E-learning
Dampak Perkembangan Gadget di Kehidupan Manusia
-
Productivity
Meningkatkan Produktivitas dengan Teknik Pomodoro
-
Tips of Management
Membuat Laporan dengan Efektif Menggunakan Pivot Table