×
STUDILMU Career Advice - 11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan
Leadership

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

STUDILMU Users By STUDiLMU Editor

Definisi Kasih Sayang

Kasih sayang adalah bentuk kata lain dari afeksi. Kasih sayang dapat diartikan sebagai belas kasih atau rasa kasih seperti cinta. Pada artikel kali ini, kita akan akan membahas tentang kasih sayang atau afeksi yang diberikan dari para pemimpin kepada karyawannya. Kasih sayang disini dapat berupa rasa perhatian, kepedulian, empati, simpati dan memotivasi setiap karyawan di dalam tim
 
Pertama-tama, untuk bisa membuat karyawan merasa disayangi dan dipedulikan oleh para pemimpinnya, kita perlu mengontrol persepsi yang dimiliki oleh setiap karyawan. Apa itu persepsi? Persepsi adalah tanggapan atau penerimaan langsung terhadap sesuatu. Ketika karyawan sudah memiliki persepsi yang bagus terhadap atasan atau pimpinannya, maka ini menandakan bahwa para karyawan sudah merasa nyaman dan merasa dikasihi oleh para pemimpin mereka.
 

Adakah Cara Khusus bagi Pemimpin untuk Menunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawannya? 

Yap! Tentu saja ada. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 11 cara yang bisa diterapkan oleh para pemimpin untuk menunjukkan rasa kasih sayang mereka terhadap para karyawan, terutama melalui persepsi yang dimiliki karyawan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemimpinnya. Menurut website Forbes, ada 11 cara yang bisa kita lakukan mulai dari sekarang.
 

1. Menyatu dengan Karyawan dan Tidak Bersikap Congkak. 

Cara pertama yang bisa kita lakukan adalah menyatu atau bergabung dengan karyawan atau bawahan kita. Buatlah seolah-olah tidak ada batasan antara kita dengan mereka, meskipun kenyataannya memang ada. Seringkali kasus-kasus yang terjadi di banyak perusahaan adalah para pemimpinnya sangat merasa bahwa dirinya adalah orang-orang yang begitu eksklusif. Misalnya, memiliki tempat parkir mobil tersendiri, menyuruh karyawannya untuk membawakan barang-barangnya, atau contoh-contoh lain yang membuat para karyawannya semakin membatasi diri dengan pimpinannya sendiri. 

Ketika seorang pemimpin bersikap congkak terhadap para karyawannya, kondisi ini hanya akan membuat para pekerja bahwa mereka adalah “lantai” yang tidak akan pernah disapu atau dipel, namun lantai tersebut hanya akan dibersihkan ketika pemilik lantainya memerlukannya. Jadi, cara pertama untuk mengasihi karyawan adalah berusaha untuk menyatu dengan mereka dan tidak bersikap congkak. Dengan begitu, karyawan akan merasa bahwa kita tidak mengasingkan mereka. 
 

2. Peduli dengan Kehidupan Pribadi Mereka. 

Sebagian pemimpin merasa hal ini adalah hal yang konyol. Karyawan adalah pekerja di perusahaan mereka, jadi urusan pribadi bukanlah hal penting yang harus diperhatikan. Sayangnya, ini adalah persepsi yang salah. Kenyataannya, karyawan sangat merasa dihormati ketika pemimpinnya peduli dengan kehidupan pribadi mereka. 
 
Peduli dengan kehidupan pribadi bukan berarti “kepo” atau mau ikut campur urusan mereka, namun lebih kepada “Jika Anda memiliki masalah. Sebagai seorang pemimpin, saya ada untuk selalu memotivasi Anda”. Coba deh tanyakan hal-hal yang ringan namun menyenangkan, “Andi, anak kamu sekarang sudah umur berapa? Sudah pintar apa saja dia sekarang, sudah bisa jalan belum?” atau “Rani, bagaimana kondisi suami kamu sekarang? Apakah kondisinya sudah membaik?” Cukup tanyakan hal yang sederhana namun tidak mencampuri urusan pribadi mereka, itu akan sangat membahagiakan. 

3. Membantu Masalah Pekerjaan dan Pribadi. 

Ketika poin kedua telah dilakukan, dan ternyata karyawan kita sedang memiliki masalah pribadi, maka disinilah peranan kita sebagai pemimpin diperlukan. Membantu masalah pribadi yang dimiliki karyawan bukan hanya tentang uang kok. Kita tetap bisa membantu mereka tanpa harus mengeluarkan uang lebih selain gaji yang kita berikan kepada karyawan. Lalu, dengan cara apa kita bisa membantu mereka? Power atau kekuatan kita sebagai atasan mereka bisa membantu loh! Selagi kita membantu hal-hal yang positif, kenapa tidak?
 
Sebagai contoh, beberapa hari yang lalu karyawan saya merasa sangat kebingungan. Dia sedang mencari sebuah toko untuk membangun bisnis kecil. Ada satu toko yang dia mau, namun pemilik tokonya tidak mau jika karyawan saya membayar uang sewanya di akhir bulan. Saya mencoba untuk menemui sang pemilik toko dengan karyawan saya, dan berdiskusi ringan bersama mereka. Sampai akhirnya, sang pemilik toko setuju jika karyawan saya menyewa tokonya secepat mungkin. 
 

4. Mendukung Bakat Lain yang Dimiliki Karyawan. 

Jika rekan pembaca memiliki karyawan IT yang sangat handal di kantor atau karyawan bagian pemasaran yang sangat jago berjualan produk. Ini bukan berarti mereka tidak memiliki keahlian lain loh! Apabila rekan pembaca pada akhirnya mengetahui keahlian atau keterampilan lain yang dimiliki karyawan tersebut, berusaha untuk menjadi pendukung no.1 mereka. Misalnya, karyawan IT Anda adalah seorang atlet bola basket. Minggu depan, dia memiliki kompetisi olahraga basket yang sangat penting bagi dirinya. Jangan cuma katakan “Semoga berhasil ya!” tapi cobalah untuk meluangkan waktu sebentar dan menonton pertandingannya. Kami yakin bahwa karyawan Anda akan merasa sangat dikasihi. 
 

5. Tidak Bersikap Palsu dan Bersikap Transparan dengan Mereka. 

Apabila ada hal-hal yang ingin diketahui oleh para karyawan dan hal tersebut adalah sesuatu yang positif. Mengapa kita harus bersikap palsu dengan berkata berbohong? Jujur saja dengan segala hal yang kita rasa dan ketahui, selagi semua itu memang baik. 
 
Kenyataannya, memang tidak ada kebenaran yang selalu terasa manis. Kebenaran akan terasa pahit, namun itu baik untuk kehidupan seseorang. Contohnya, apabila karyawan kita meminta umpan balik, jangan katakan hal-hal yang bagus saja demi menjaga kesan baik kita di depan mereka. 
 
Namun, katakanlah apa yang benar-benar ada pada diri mereka. Bagaimana kinerja mereka? bagaimana kemampuan leadership mereka? dan lain sebagainya. Mungkin kita harus berbicara sedikit pahit tentang beberapa hal. Namun positifnya, mereka tahu bagian mana yang harus mereka perbaiki dan tingkatkan. Ini semua demi kebaikan mereka di masa depan. 

6. Luangkan Waktu Kita untuk Karyawan. 

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Ini bagaikan hadiah mahal yang diberikan dari seseorang untuk kita. Bahkan, waktu jauh lebih berharga daripada uang. Uang bisa dicari kembali, namun waktu tidak akan pernah bisa diputar kembali. Kesibukan tiada henti yang kita hadapi di kantor seringkali membuat hubungan kita dengan karyawan menjadi semakin renggang. Kita tidak bisa bertegur sapa dengan mereka atau sekedar mendengarkan keluh kesah mereka terhadap pekerjaan di kantor. Ingatlah, bahwa karyawan memerankan peranan yang sangat penting untuk kesuksesan perusahaan dan bisnis kita, perlakukan mereka dengan sebaik mungkin. Dengan meluangkan waktu kita bersama karyawan, mereka akan merasa bahwa “pemimpin kami ada bersama kami”. 

7. Lakukan Hal-hal yang Membedakan Kita dengan Pemimpin Lainnya. 

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa kepedulian kita terhadap karyawan. Tidak perlu melakukan hal-hal yang besar, ribet dan mahal. Cara sederhana juga sudah cukup membuat mereka bahagia. Misalnya, pada hari tertentu rekan pembaca berusaha untuk mengajak mereka makan siang di luar bersama. Mencoba untuk makan siang bersama karyawan di kantin akan membuat hubungan Anda dengan mereka menjadi semakin erat. 

8. Memperdulikan Hal-hal Kecil.  

Belajarlah untuk terbiasa dalam memperdulikan hal-hal kecil yang sangat berarti. Hal kecil bukan berarti hal yang biasa, namun bisa saja itu menjadi hal yang sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi karyawan. Misalnya, ketika rekan pembaca melihat wajah seorang karyawan yang terlihat pucat dan tidak bersemangat, cobalah untuk mendekatinya dan menanyakan keadaannya. Jika karyawan kita menjelaskan bahwa dia merasa pusing dan tidak enak badan, sarankan dia untuk pergi ke dokter untuk memeriksakan keluhannya. Itu mungkin hal kecil dan sederhana, namun sebenarnya sangat berarti bagi karyawan kita. Tindakan tersebut menandakan bahwa kita peduli dengan kesehatan karyawan kita. 
 

9. Berikan Peluang kepada Karyawan untuk Memiliki Pengalaman Baru. 

Apabila rekan pembaca melihat karyawan Anda memiliki minat dan bakat lain yang masih relevan dengan kebutuhan perusahaan. Ini kesempatan yang baik untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kita sangat mendukung pengembangan diri mereka. Untuk menunjukkan kepedulian ini, kita bisa menawarkan peluang baru kepada mereka untuk memiliki pengalaman baru di divisi yang mereka inginkan. 

10. Harapan yang Perusahaan Berikan harus Sepadan dengan Kemampuan Karyawan. 

Jauh sebelum para karyawan mempercayai dan meyakini sepenuh hati tentang budaya, visi dan misi perusahaan kita, pastikan bahwa kita melihat mereka bukan hanya sekedar “seorang karyawan”, namun kita memilih mereka karena mereka adalah orang-orang yang kemampuan serta keterampilannya membuat kita yakin bahwa mereka akan menjadi orang yang hebat di masa depan. 
 
Dengan menyadari kemampuan yang mereka miliki, mereka akan semakin yakin bahwa bergabung bersama perusahaan kita adalah pilihan terbaik yang mereka miliki, karena kita akan selalu mengapresiasi kemampuan yang ada pada mereka. 

11. Menjaga Karyawan Terbaik Kita dari Para Klien yang Menyebalkan. 

Seringkali kita menganggap bahwa klien adalah Raja dan segala hal yang berkaitan dengan klien harus selalu DIUTAMAKAN. Sayangnya, kita juga sering lupa bahwa karyawan terbaik yang kita miliki sekarang juga jauh lebih penting daripada klien. Apabila beberapa kasus menunjukkan bahwa klien kita telah memperlakukan karyawan-karyawan terbaik kita dengan buruk, maka jangan takut untuk kehilangan klien. Takutlah untuk kehilangan para karyawan terbaik kita, karena karyawan yang baik dan unggul akan membawa pengembalian yang lebih di masa depan. 
 
11 cara di atas bisa kita terapkan dari sekarang sebelum kita harus kehilangan karyawan-karyawan terbaik kita di dalam perusahaan. Karyawan adalah “jantung” dari sebuah perusahaan dan bisnis, jadi penting bagi semua pemimpin untuk memperlakukan mereka dengan sebaik mungkin. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.

Featured Career Advice